Orang yang tidak cukup berani mengambil resiko, tidak akan meraih apapun di dalam hidup ini (Muhammad Ali) Perlu seumur hidup untuk menunggu orang lain mempercayai anda, lebih baik mulailah dengan mempercayai diri sendiri lebih dahulu (Chef) Perubahan adalah sesuatu yang wajar tidak tersanjung bila sukses, dan tidak patah semangat bila gagal (Dirk Mathisan) Berikanlah sebanyak mungkin waktu untuk memperbaiki diri sehingga anda tidak punya waktu lagi untuk mengkritik orang lain (Thomas Jefferson) Melakukan hal biasa dengan cara luar biasa akan membawa anda ke masa depan yang luar biasa
Home > opini
Kamis 22 April 2021

Mengomentari masalah fisik dan penampilan seseorang biasa dikenal dengan sebutan body shaming. Tanpa kita sadari, mungkin kita pernah melakukannya, atau justru kita sendiri yang mendapatkan perlakuan semacam itu. Mungkin dengan maksud bercanda, tapi niat bercanda itu ternyata berdampak negatif. Body shaming menjadi persoalan serius sejak beberapa tahun terakhir. Baik di media sosial, melalui chat, atau secara langsung, banyak orang-orang di sekitar kita yang melakukan body shaming.

Sakinah (2018) dalam penelitiannya memaparkan bahwa teknologi telah memberikan kemudahan dalam mengakses informasi melalui media apapun. Hal tersebut memunculkan tren yang berkembang di masyarakat termasuk tren menyangkut penampilan dan gaya hidup. Muncul standar ideal terkait dengan bentuk tubuh. Penggunaan media sosial dimana banyak foto, video, artikel, dan publikasi lainnyaseputar kecantikan, perawatan tubuh, maupun kesehatan secara tidak langsung seolah menjadi standar tentang bagaimana seharusnya seseorang terlihat. Hal ini tanpa disadari telah membuat kita melihat ketidaksempurnaan pada diri sendiri dan orang lain, membuat banyak orang menjadi sulit untuk mencintai dan menghargai dirinya sendiri, juga orang lain sehingga timbul body shaming.

Mengutip penjelasan dr. Arina Heidyana dari KlikDokter, dampak body shaming sangatlah tidak sehat yaitu menyebabkan harga diri rendah, kemarahan, stres, ingin melukai diri sendiri, gangguan dismorfik tubuh, dapat memicu penyakit-penyakit yang tidak diinginkan, bahkan kematian.  Selain itu, fungsi tubuhnya dapat bermasalah, seperti gangguan menstruasi, berkeringat, gangguan makan yang sering disembunyikan,  perilaku makan tidak sehat sehingga memiliki kualitas hidup yang buruk. Bahkan, menurut data dari ANAD (Association of Anorexia Nervosa And Associated Disorders), setidaknya satu orang meninggal setiap 62 menit akibat body shaming,.

Bagi mereka yang bisa menghadapinya dengan sikap positif, cenderung akan cuek terhadap tindakan body shaming yang dilakukan terhadapnya. Namun, tidak sedikit juga yang sampai mengalami masalah serius. Dalam survei online yang dilakukan oleh Mental Health Foundation, 31% remaja merasa malu terhadap tubuhnya, 35% orang dewasa pernah merasa depresi terhadap tubuhnya, dan 13% orang dewasa merasa ingin bunuh diri karena kekhawatiran tentang citra tubuhnya sendiri.

Kita tidak boleh menganggap remeh hal ini, Lebih berhati-hatilah dalam mengeluarkan suatu perkataan atau candaan, baik secara langsung atau lewat media sosial. Karena, kita tidak pernah benar-benar tahu bahwa ternyata orang tersebut menganggap serius sebuah perkataan hingga membuatnya stres. Dampak psikologis body shaming bisa dihindari dengan cara lebih menghargai dan mencintai diri sendiri, serta tidak membandingkan diri dengan orang lain.

Mulai sekarang, hentikan body shaming dan berusahalah untuk lebih peka terhadap omongan yang diucapkan.

 

Sumber :

  1. Sakinah. 2018. “Body Shaming, Citra Tubuh, Dampak dan Cara Mengatasinya”
  2. KlikDokter.
Jumat 16 April 2021

Kebutuhan tidur setiap orang berbeda-beda sesuai dengan usianya. Untuk memenuhi kebutuhan tidur yang sehat, selain memperhatikan kuantitas (lamanya tidur) juga perlu memperhatikan kualitas tidur. Tidur merupakan waktu bagi tubuh untuk beristirahat. Tidur berkontribusi dalam menjaga kondisi fisiologis dan psikologis. Tubuh membutuhkan tidur secara rutin untuk memulihkan proses biologis tubuh. Gangguan tidur bisa terjadi pada siapapun termasuk pada anak – anak maupun remaja. Anak usia sekolah membutuhkan waktu tidur 10 jam dan pada remaja kebutuhan tidur yang sehat adalah 8-9 jam sehari. Gangguan tidur bisa terjadi pada anak sekolah dan remaja karena berbagai sebab diantaranya aktivitas yang meningkat di luar rumah yang bisa mengurangi waktu tidur dan saat ini banyak anak dan remaja memiliki kebiasaan bermain gadget bahkan akibat bermain gadget membuat mereka lupa waktu hingga tidur sampai larut malam.

Kalau kita kurang tidur maka akibat yang akan kita alami adalah :

  1. Terganggunya konsentrasi ketika sedang belajar atau membutuhkan untuk mengingat sesuatu yang sudah atau yang belum dikerjakan sebelumnya;
  2. Memperburuk kondisi kesehatan tubuh
  3. Kulit terlihat lebih tua, kulit akan kelihatan pucat dan kusam, mata akan terlihat bengkak
  4. Hilang fokus saat berkendara, hal ini sangat berbahaya kalau kita sedang menyetir/membawa mobil atau motor
  5. Munculnya obesitas atau kegemukan. Ketika kita selalu terjaga di malam hari maka akan terjadi peningkatan rasa lapar dan hasrat atau nafsu makan yang selalu ingin tersalurkan yang akan memicu obesitas
  6. Stres  yang meningkat
  7. Sering lupa

Dengan melihat 7 ancaman akibat kurang tidur tersebut, maka sangat penting kita memastikan terpenuhinya kuantitas dan kualitas tidur kita setiap hari. Untuk bisa memenuhi kebutuhan tidur yang sehat maka ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan :

  1. Dua jam sebelum tidur hindari rokok dan minuman beralkohol. Rokok bisa merupakan stimulan bagi pusat syaraf manusia yang membuat susah tidur
  2. Tetapkan waktu tidur yang teratur
  3. Sempatkan untuk berolahraga setiap hari. Tubuh yang selalu aktif secara fisik selain baik untuk Kesehatan secara umum juga sangat membantu untuk bisa tidur dengan nyenyak di malam hari, tetapi jangan berolahraga mendekati jam tidur karena bisa membuat kita sulit tidur
  4. Jangan terlalu banyak memikirkan masalah ketika menjelang tidur malam. Tenangkan pikiran dan mental.

 

Sumber :

P2PTM Kemenkes RI, 2018

Potter. Patricia A. dan Anne Griffin Perry.2010. Fundamental Keperawatan. Edisi 3.  Volume 7. Alih Bahasa Diah A. Fitriani. EGC, Jakarta

Find us on :
STIKES PANTI KOSALA
Jalan Raya Solo – Baki Km. 4 Gedangan, Solo Baru, Grogol, Sukoharjo,
Jawa Tengah, Indonesia
Telp. : (0271) 621313 Faks. : (0271)621672
Email. stikespantikosala@gmail.com
LOGIN E-JURNAL DIKTI