Orang yang tidak cukup berani mengambil resiko, tidak akan meraih apapun di dalam hidup ini (Muhammad Ali) Perlu seumur hidup untuk menunggu orang lain mempercayai anda, lebih baik mulailah dengan mempercayai diri sendiri lebih dahulu (Chef) Perubahan adalah sesuatu yang wajar tidak tersanjung bila sukses, dan tidak patah semangat bila gagal (Dirk Mathisan) Berikanlah sebanyak mungkin waktu untuk memperbaiki diri sehingga anda tidak punya waktu lagi untuk mengkritik orang lain (Thomas Jefferson) Melakukan hal biasa dengan cara luar biasa akan membawa anda ke masa depan yang luar biasa
Home > opini
Rabu 27 Januari 2021

Saat ini dunia sedang disibukkan dengan adanya  Pandemi Covid-19 yang begitu banyak menimbulkan kesakitan bahkan kematian. Dan pada situasi tersebut ternyata ada wabah baru yang juga mengincar dunia. Pada Rabu (17/7/2020), World Health Organization (WHO) telah menyatakan wabah Ebola di Kongo dimana kondisi ini harus menjadi perhatian dunia internasional. Lalu bagaimana sebenarnya Penyakit Ebola tersebut?

Penyakit Ebola adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dari genus Ebolavirus, familia Filoviridae. Menurut WHO, Ebola adalah salah satu penyakit yang diketahui paling mematikan. Virus ebola pertama kali ditemukan di Afrika tepatnya pada tanggal 27 Juni 1976. Diawali dengan seorang pekerja toko di Nzara, Sudan, yang tiba-tiba sakit kemudian lima hari berselang, ia meninggal dunia.

Penyakit Ebola dapat ditularkan lewat kontak langsung dengan cairan tubuh dari orang yang terinfeksi. Virus ebola hidup ditempat yang lembab, lingkungan yang gelap dan tidak akan menyebabkan tipikal penularan melalui udara tetapi bisa menetap pada partikel udara yang mengambang dan darah orang yang terinfeksi, cairan tubuh, kontak langsung dengan kotoran, urine, air liur dan air mani akan memungkinkan terinfeksi. Kondisi pasien pria yang telah pulih, sampai tujuh minggu setelah masa pemulihan saja masih bisa menyebarkan virus melalui air mani mereka.  Ketika kulit orang yang sehat terluka atau selaput mukosa melakukan kontak dengan lingkungan yang terkontaminasi oleh cairan lendir pasien Ebola (seperti pakaian kotor, sprei atau jarum suntik yang telah digunakan), juga akan terinfeksi. Mayat tubuh seseorang yang terinfeksi virus ebola juga adalah sumber infeksi, oleh sebab itu virus ebola ini juga disebut virus zombie dan maka dari itu mayat orang yang mati karena virus ebola harus dilakukan perlindungan dari sentuhan dan segera menguburkannya. Masa inkubasi virus ebola dari 2 sampai 21 hari, umumnya antara 5 sampai 10 hari.

Dari keganasan penyakit Ebola yang disebutkan di atas maka kita sangat penting untuk menjaga kesehatan, tidak saja dalam menghadapi Pandemi Covid-19 tapi juga terhadap ancaman Virus Ebola.

Selasa 26 Januari 2021

Olahraga terukur dan terprogram serta asupan gizi seimbang merupakan faktor penting untuk menjaga imunitas tubuh, seperti saat pandemi Covid-19 sekarang. “Olahraga dapat meningkatkan kemampuan jantung, paru-paru, dan pembuluh darah, serta mencegah penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan stroke.

Nah, agar olahraga bisa membuat imunitas membaik, maka harus memenuhi kriteria FITT. FITT itu merupakan singkatan. F artinya frekuensi, di mana olahraga sebaiknya dilakukan 3-5 kali seminggu. I berarti intensitas. Lakukanlah olahraga dengan intensitas sedang atau 65-75 persen dari danyut nadi maksimal (DNM) dikurangi umur (220-umur). T berarti time, atau lamanya berolahraga. Lakukan olahraga 20-30 menit, dan apabila kemampuannya memungkinkan, bisa dilakukan selama satu jam. T terakhir merupakan tipe atau jenis olahraga yang dilakukan harus bersifat aerobik. “Di masa pandemi karena harus diam di rumah, jenis olahraganya bisa sepeda statis, jalan/jogging, loncat-loncat di tempat tanpa berhenti, sesuai kemampuan.Bagi yang ingin bersepeda ke luar ruangan, pastikan tidak mendekati kerumunan. Namun yang terpenting, olahragalah sesuai kemampuan. “Bersepedalah di tempat datar dengan intensitas ringan hingga sedang. Olahraga yang sehat itu, ringan tapi lama. Seperti bersepeda santai atau jalan kaki selama satu jam. Tandanya, saat berolahraga, orang tersebut masih dapat berbicara dengan baik bersama teman di sekitarnya. "Tidak ngos-ngosan,". Kemudian, lakukan olahraga dengan suasana hati gembira agar dapat mengoptimalkan produksi hormon kebahagiaan atau endorphin dan meningkatkan imunitas.

Olahraga intensitas sedang dapat meningkatkan imunitas, meningkatkan kemampuan, dan aktivitas Natural Killer Cells serta IgA. Natural Killer Cells dan IgA berperan penting dalam melindungi saluran pernapasan sehingga daya tahan saluran pernapasan terhadap infeksi bakteri dan virus lebih baik. Sedangkan olahraga intensitas berat akan meningkatkan sekresi hormon kortisol. Hormon kortisol, justru berpotensi merusak sistem imunitas dan bisa menurunkan aktivitas Natural Killer Cells.

 

Sumber : Kompas.com

Find us on :
STIKES PANTI KOSALA
Jalan Raya Solo – Baki Km. 4 Gedangan, Solo Baru, Grogol, Sukoharjo,
Jawa Tengah, Indonesia
Telp. : (0271) 621313 Faks. : (0271)621672
Email. stikespantikosala@gmail.com
LOGIN E-JURNAL DIKTI