Orang yang tidak cukup berani mengambil resiko, tidak akan meraih apapun di dalam hidup ini (Muhammad Ali) Perlu seumur hidup untuk menunggu orang lain mempercayai anda, lebih baik mulailah dengan mempercayai diri sendiri lebih dahulu (Chef) Perubahan adalah sesuatu yang wajar tidak tersanjung bila sukses, dan tidak patah semangat bila gagal (Dirk Mathisan) Berikanlah sebanyak mungkin waktu untuk memperbaiki diri sehingga anda tidak punya waktu lagi untuk mengkritik orang lain (Thomas Jefferson) Melakukan hal biasa dengan cara luar biasa akan membawa anda ke masa depan yang luar biasa
Home > Berita
Selasa 26 Januari 2021, 08:51 WIB
MANFAAT MENGKONSUMSI “TEMULAWAK” SAAT PANDEMI COVID-19

Saat ini dunia, termasuk negara kita Indonesia sedang dilanda pandemi yaitu Coronavirus Disease-2019 (COVID-19). Virus ini sangat pintar. Virus ini mungkin tidak membuat seseorang sakit karena memiliki daya tahan tubuh yang baik, namun ia bisa bersembunyi di tubuh seseorang. Kemudian virus pun akan ditransfer kembali kepada orang-orang dengan daya tahan tubuh lemah sehingga dapat mengakibatkan kematian.

Meskipun demikian jangan patah semangat karena penyakit ini juga dapat disembuhkan. Yang perlu dilakukan oleh masyarakat adalah meningkatkan kewaspadaan, bila seseorang memiliki antibodi yang kuat, maka virus corona tidak bisa melumpuhkan tubuh. Temulawak atau Curcuma Xanthorrhiza Roxb mengandung curcumin dan mempunyai manfaat yaitu memperlancar proses pencernaan, meningkatkan daya tahan tubuh, anti bakteri dan anti jamur, mengatasi peradangan, membantu proses metabolisme tubuh, menambah nafsu makan, menurunkan kolesterol, mengatasi masuk angin, baik untuk kesehatan hati, membantu mengeluarkan toksin tubuh, serta mencegah penuaan dini.

Terkait dengan infeksi virus COVID-19, menurut Prof. Dr. Chairul A. Nidom, Ketua Tim Riset Corona dan Formulasi Vaksin dari Professor Nidom Foundation (PNF), menjelaskan curcumin dalam temulawak mampu mengendalikan produksi sitokin akibat dari satu sel yang terinfeksi oleh virus, baik itu virus influenza maupun Covid-19. Sitokin adalah protein yang dihasilkan sistem kekebalan tubuh, bila terpapar virus terus menerus bisa terjadi badai sitokin yang membuat paru-paru padat dan kaku sehingga terjadi sesak nafas bahkan gagal nafas dan bisa berlanjut ke kematian. Prof. Nidom mengungkapkan, dalam penelitian yang ia lakukan pada 2008, curcumin pada temulawak mampu mengendalikan sitokin inflamatori sehingga tidak terjadi badai sitokin. Hasil penelitian Prof. Nidom ini sejalan dan memperkuat hasil penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza Roxb) yang mengandung curcumin memiliki efek terhadap daya tahan tubuh yaitu sebagai imunomodulator (Cattanzaro et al, 2018). Penelitian lain yaitu Varalaksmi, et al. (2008), juga menyatakan bahwa curcumin dapat memodulasi sistem daya tahan tubuh dengan cara meningkatkan kemampuan proliferasi sel T. Dari ulasan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa mengkonsumsi temulawak dapat digunakan sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan imunitas tubuh di masa pandemi Covid-19.

Berita Lainnya
Find us on :
STIKES PANTI KOSALA
Jalan Raya Solo – Baki Km. 4 Gedangan, Solo Baru, Grogol, Sukoharjo,
Jawa Tengah, Indonesia
Telp. : (0271) 621313 Faks. : (0271)621672
Email. stikespantikosala@gmail.com
LOGIN E-JURNAL DIKTI