Orang yang tidak cukup berani mengambil resiko, tidak akan meraih apapun di dalam hidup ini (Muhammad Ali) Perlu seumur hidup untuk menunggu orang lain mempercayai anda, lebih baik mulailah dengan mempercayai diri sendiri lebih dahulu (Chef) Perubahan adalah sesuatu yang wajar tidak tersanjung bila sukses, dan tidak patah semangat bila gagal (Dirk Mathisan) Berikanlah sebanyak mungkin waktu untuk memperbaiki diri sehingga anda tidak punya waktu lagi untuk mengkritik orang lain (Thomas Jefferson) Melakukan hal biasa dengan cara luar biasa akan membawa anda ke masa depan yang luar biasa
Home > Berita
Kamis 21 Januari 2021, 08:26 WIB
MENCEGAH STRES DAN TETAP SEHAT MENTAL DI MASA PANDEMI

Pembatasan ringan sampai penerapan lockdown ketat dilakukan oleh negara-negara untuk menghentikan penyebaran virus Corona. Indonesia memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Anjuran untuk Stay At Home, social dan physical distancing membuat kita semua terbatasi secara fisik maupun emosional dengan keluarga, sahabat, rekan kerja dan teman. Bagi sebagian orang, hal ini dirasakan sebagai suatu tekanan yang besar. Kondisi ini menimbulkan resiko gangguan kesehatan mental. Keluhan yang muncul adalah : ketakutan dan kecemasan yang berlebihan akan keselamatan diri sendiri maupun orang-orang terdekat, perubahan pola tidur dan pola makan, bosan dan stres karena terus-menerus berada di rumah, sulit berkonsentrasi, penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan, memburuknya kesehatan fisik, terutama pada penderita penyakit kronis, seperti diabetes dan hipertensi serta munculnya gangguan psikosomatis.

 

Hal yang bisa dilakukan untuk  menjaga kesehatan mental selama pandemi :

1. Melakukan aktivitas fisik

Olah raga ringan akan membuat tubuh memproduksi hormon endorfin yang dapat meredakan stres, mengurangi rasa khawatir, dan memperbaiki mood . Berjemur di bawah sinar matahari pagi meningkatkan sistem imun.

2. Mengkonsumsi makanan bergizi

Konsumsilah makanan yang mengandung protein, lemak sehat, karbohidrat, vitamin, mineral, dan serat yang terdapat pada nasi dan cereal, buah-buahan, sayuran, makanan laut, daging, kacang-kacangan, serta susu.

3. Menghentikan kebiasaan buruk

Merokok, konsumsi alkohol, kurang istirahat dan begadang akan lebih mudah menimbulkan  kecemasan dan mood pun akan tidak stabil.

4. Membuat rutinitas sendiri

Lakukan hobi atau aktivitas yang disukai, misalnya memasak, membaca buku, atau menonton film. Selain meningkatkan produktivitas, kegiatan tersebut juga dapat menghilangkan rasa jenuh.

5. Lebih bijak memilah informasi

Batasi waktu untuk menonton, membaca, atau mendengar berita mengenai pandemi, baik dari televisi, media cetak, maupun media sosial untuk mengurangi rasa cemas. Pilah informasi secara kritis dan bijak. Dapatkan informasi mengenai pandemi virus Corona hanya dari sumber yang terpercaya.

6. Menjaga komunikasi dengan keluarga dan sahabat

Tetaplah berkomunikasi dengan keluarga, sahabat, teman, dan rekan kerja melalui pesan singkat, telepon, atau video call. Bercerita tentang banyak hal dapat mengurangi tekanan  sehingga bisa lebih tenang.

 

Rasa takut dan cemas memang normal dirasakan selama masa pandemi seperti ini. Namun, cobalah untuk selalu berpikir positif dan bersyukur.

 

Sumber :

www.alodokter.com

Berita Lainnya
Find us on :
STIKES PANTI KOSALA
Jalan Raya Solo – Baki Km. 4 Gedangan, Solo Baru, Grogol, Sukoharjo,
Jawa Tengah, Indonesia
Telp. : (0271) 621313 Faks. : (0271)621672
Email. stikespantikosala@gmail.com
LOGIN E-JURNAL DIKTI