Orang yang tidak cukup berani mengambil resiko, tidak akan meraih apapun di dalam hidup ini (Muhammad Ali) Perlu seumur hidup untuk menunggu orang lain mempercayai anda, lebih baik mulailah dengan mempercayai diri sendiri lebih dahulu (Chef) Perubahan adalah sesuatu yang wajar tidak tersanjung bila sukses, dan tidak patah semangat bila gagal (Dirk Mathisan) Berikanlah sebanyak mungkin waktu untuk memperbaiki diri sehingga anda tidak punya waktu lagi untuk mengkritik orang lain (Thomas Jefferson) Melakukan hal biasa dengan cara luar biasa akan membawa anda ke masa depan yang luar biasa
Home > Berita
Selasa 8 Desember 2020, 08:34 WIB
GAMING DISORDER (KECANDUAN MAIN GAME)

Game menjadi salah satu permainan yang sudah sangat akrab di kalangan kita semua. Mulai dari anak-anak bahkan orang dewasa. Mengutip tulisan Yohanes Enggar Susilo dari Kompas.com, bahwa menurut WHO kecanduan main game adalah gangguan mental baru. Badan Kesehatan Dunia (WHO) dalam buku panduan International Classification of Diseases (ICD-11) memasukkan kecanduan main game sebagai salah satu kategori gangguan jiwa baru, disebut sebagai gaming disorder (GD). Pakar kesehatan di seluruh dunia menyetujui bahwa kecanduan main game dapat memiliki dampak yang menyerupai kecanduan alkohol atau obat-obatan terlarang. Hal ini karena melihat adanya bukti peningkatan pesat dalam kasus kecanduan game dari berbagai belahan dunia, yang juga disertai dengan permintaan rujukan terapi pengobatan di dokter.

Dalam batas wajar, bermain game dapat menjadi aktivitas pengusir stres yang baik dan juga bermanfaat bagi kesehatan otak. Ada sejumlah bukti medis yang mengatakan bahwa bermain game dapat dijadikan terapi alternatif mengobati gangguan mental seperti Alzheimer dan ADHD, karena selama bermain game, otak akan dituntut untuk bekerja keras mengatur fungsi kognitif (misalnya perencanaan strategi) yang dibarengi dengan kerja fungsi motorik yang kompleks (misalnya, sambil melihat layar juga harus menggerakkan tangan untuk menekan tombol). Akan tetapi bila aktivitas ini tidak dikendalikan, bisa berkembang menjadi kecanduan.

Setiap benda atau hal-hal yang membuat seseorang merasa senang akan merangsang otak menghasilkan dopamin, hormon pembuat bahagia. Jumlah dopamin yang kelewat batas akan mengacaukan kerja hipotalamus, bagian otak yang bertanggung jawab mengatur emosi dan suasana hati sehingga membuat seseorang merasa sangat bahagia tidak wajar, bersemangat, dan percaya diri berlebihan hingga merasa ‘teler’. Efek membahagiakan ini akan membuat tubuh secara otomatis ketagihan untuk merasakannya lagi secara berulang dalam frekuensi dan durasi yang lebih tinggi.

Kecanduan main game ditandai dengan ketidakmampuan diri untuk mengendalikan hasrat bermain, sehingga susah dan/atau tidak mampu untuk menghentikan perilaku tersebut, terlepas dari segala upaya yang dilakukan untuk menghentikannya.

Tanda dan gejala klasik dari kecanduan game adalah:

  1. Selalu menghabiskan waktu yang lama untuk bermain, bahkan durasinya makin meningkat dari hari ke hari.
  2. Mudah marah dan tersinggung saat dilarang atau diminta berhenti bermain game.
  3. Selalu berpikir tentang game tersebut ketika sedang mengerjakan aktivitas lainnya.
  4. Gejala dan perilaku kecanduan game terjadi secara terus-menerus paling tidak selama 12 bulan
  5. Terdapat gangguan berat seperti perubahan kepribadian, karakteristik, perilaku, kebiasaan, hingga bahkan fungsi otak.
  6. Terjadi gangguan atau bahkan konflik pada hubungan sosialnya dengan orang lain maupun  lingkungan keluarga, sekolah atau sekitar.
  7. Hilangnya kendali diri sehingga akan melakukan berbagai cara untuk dapat menuntaskan hasrat bermain game, tak peduli atas konsekuensi dan risikonya.

Apabila kondisi tersebut terjadi, akan terjadi perubahan perilaku, karakter, kepribadian bahkan fungsi otak sehingga membutuhkan intervensi yang serius. Oleh karena orangtua perlu melakukan pengawasan dan pembatasan kepada anak-anak dalam bermain game.

Berita Lainnya
Find us on :
STIKES PANTI KOSALA
Jalan Raya Solo – Baki Km. 4 Gedangan, Solo Baru, Grogol, Sukoharjo,
Jawa Tengah, Indonesia
Telp. : (0271) 621313 Faks. : (0271)621672
Email. stikespantikosala@gmail.com
LOGIN E-JURNAL DIKTI